Konglomerat Inggris Ini Gak Mau Beli Manchester United, Kenapa ?

LigaBola1.com – Orang terkaya di Inggris Raya, Sir Jim Ratcliffe, adalah seorang penggemar Manchester United. Ironisnya dia benar-benar tidak mau membeli klub yang dicintainya itu. Konglomerat Inggris ini gak mau beli Manchester United, kenapa ?

Baca juga : Pochettino Untuk MU, Jangka Pendek No, Jangka Panjang Yes !

Konglomerat Inggris Ini Gak Mau Beli Manchester United, Kenapa ?

Sir Jim Ratcliffe, diketahui mempunyai kekayaan senilai 20 miliar Poundsterling atau setara Rp 361 triliun. Sebuah kekayaan yang lebih dari cukup untuk mengakuisisi Manchester United. Dia adalah pendiri Ineos yakni salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia.

Setahun yang lalu, Ratcliffe pernah mengungkapkan jika dirinya tertarik untuk membeli sebuah klub bola. Jika dilihat dia begitu mencintai MU, tentu saja dia bisa dengan mudah membeli MU bak beli kacang goreng.

Namun, faktanya Ratcliffe malah memilih membeli klub Liga 1, Nice. Pada 29 Agustus 2019, Ratcliffe akhirnya resmi membeli Nice dengan nilai transaksi mencapai 91 juta poundsterling (Rp1,644 triliun). Dia sebelumnya juga sempat mempertimbangkan untuk membeli Newcastle United, Chelsea, dan Leeds United.

Tiga bulan pasca mengakuisisi Nice, Ratcliffe mengungkapkan alasannya kenapa dirinya tidak mau membuang uang untuk membeli MU. Kepada The Sun dia mengatakan jika membeli MU adalah sebuah manufer bisnis yang buruk. Dia pun buka-bukaan mengenai hal ini.

Pemilihan Manajer yang Buruk

Setelah ditinggal Sir Alex Ferfuson pensiun di 2013 silam, hingga kini MU selalu memilih manager yang tidak tepat. Beberapa manager yang direkrut Setan Merah belum satu pun yang berhasil mempersembahkan gelar Premier League.

David Moyes, Louis Van Gaal, Jose Mourinho, hingga yang terbaru Ole Gunnar Solskjaer gagal memenuhi ekspektasi tinggi fans. Ratcliffe mengatakan

“Kinerja mereka buruk dari sisi bisnis. Mereka tidak memilih manajer dengan baik.”

Di bawah penanganan Sloskjaer, kini MU masih tertahan di peringkat 9 Klasemen Liga Inggris. Bahkan sebelumnya The Red Devils malah sempat hampir terperosok jatuh ke zona degradasi. 

Performa MU jauh dibanding saat era Sir Alex Ferguson. Pada masa Ferguson, finis di posisi kedua Premier League sudah dianggap sebagai kegagalan.

Buruk Dalam Transfer Pemain

Sir Jim Ratcliffe mengungkapkan bahwa MU juga sangat buruk dalam bursa transfer pemain. Salah satu contoh kegagalan terbesar adalah pembelian Alexis Sanchez. MU sudah menggelontorkan uang dalam jumlah yang sangat besar untuk mendatangkannya. Gaji tinggi yang Sanchez terima juga tidak sepadan dengan kualitasnya.

Ironisnya lagi, kini Sanchez telah dipinjamkan ke Inter Milan dengan gratis namun MU masih harus tetap membayar separuh gajinya. Untuk diketahui, Sanchez menerima gaji 12 juta poundsterling per tahun. MU masih harus membayar 7 juta poundsterling sementara sisanya 5 juta poundsterling dibayar pihak Inter.

Ratcliffe mengatakan

“Mereka mengeluarkan uang dengan bodoh, yang bisa Anda lihat pada keberadaan pemain seperti Fred. Di sini (Nice) kami tak melihat ke tempat lain, sampai kami menemukan permainan yang bagus di sini.” 

“Kami harus mencari tahu bagaimana menjadi sukses sebelum menulis jumlah besar di cek.” 

Buruk Dalam Mengembangkan Talenta Muda

Sejak dulu Manchester United dikenal sebagai klub yang produktif mengorbitkan para pemain muda, terutama dari akademinya sendiri. Namun, Ratcliffe merasa nilai plus MU tersebut sudah memudar sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson.

“United menghabiskan banyak yang sejak Ferguson pergi dan hasilnya buruk. Sejujurnya, sangat buruk.” 

“Kami punya pendekatan berbeda di sini (Nice). Kami berusaha mencari di akar rumput, mencoba mengorbitkan pemain-pemain muda.” 

“Beberapa klub punya kemampuan melakukan itu, seperti Southampton, Lille. United melakukannya dengan sangat buruk. Mereka kehilangan plot.”

1 Trackback / Pingback

  1. Manchester United Menang Dalam Kategori Ini - Liga Bola 1

Leave a Reply