Kala Generasi Z Rebut Panggung Liga Champions dari Pemain Senior

LigaBola1.com – Liga Champions musim 2019/2020, khususnya pada matchday keenam memunculkan fenomena baru. Jika dicermati, nama-nama pemain berusia uzur tersingkir dan digantikan oleh para pesepakbola muda yang tampil memukau. Kala generasi Z rebut panggung Liga Champions dari pemain senior.

Baca juga : Minat Pada Ansu Fati ? Siapkan Dana Rp 6,2 Triliun !

Kala Generasi Z Rebut Panggung Liga Champions dari Pemain Senior

Pada laga pamungkas di babak penyisihan grup Liga Champions, setidaknya terdapat 9 pemain muda dibawah usia 21 tahun yang berhasil tampil gemilang. Mereka adalah Rodrygo dan Vinicius (Real Madrid), Ansu Fati (Barcelona), João Felix (Atlético Madrid), Kylian Mbappé (Paris St Germain), Jadon Sancho (Borrusia Dortmund), Phil Foden (Manchester City), Ryan Sessegnon (Tottenham Hotspur) dan Erling Braut Haaland (RB Salzburg).

Sepanjang fase grup Liga Champions musim ini, data statistik mencatat, mereka tak hanya mampu mencetak gol namun juga menjadi bintang kemenangan bagi tim masing-masing.

Apakah ini pertanda jika regenerasi pemain sepak bola Eropa sedang terjadi ? Pesepakbola dari generasi Z ini mulai membanjiri Liga Champions. Generasi milenial ini mampu menyaingi bahkan menyingkirkan pemain-pemain tua. Sebut saja prestasi Haaland pada Liga Champions musim ini.

Pemain kelahiran tahun 2000 ini mampu bersaing dengan pemain senior Robert Lewandowski sebagai top scorer. Kini Haaland berada di peringkat dua top scorer Liga Champions dengan 8 gol sementara Lewandowski di posisi teratas dengan 10 gol. Dia pun kini menjadi incaran klub-klub beken Eropa.

Performa Generasi Z di Liga Champions

Anzu Fati

Pemain Barcelona ini menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah Liga Champions di matchday ke-6. Saat Barcelona bertarung melawan Inter Milan di stadion San Siro, Fati memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang bisa menembus kompetisi sekaliber Liga Champions pada usia 17 tahun 40 hari (tidak termasuk format lama).

Hebatnya lagi, di laga itu Fati berhasil mencetak gol kemenangan bagi Barcelona dan sukses memenangi pertandingan dengan skor 2-1.

Vinicius Junior dan Rodrygo

Real Madrid mempunyai dua pemain dari generasi Z yang sama-sama berasal dari Brasil yakni Rodrygo (18 tahun) dan Vinicius (19 tahun). Pada laga Madrid kontra Club Brugge, kedua pemain muda ini berhasil mencetak gol masing-masing satu gol dan membuat Madrid berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-1.

Joao Felix

Diego Simeone rela merogoh kocek hingga 127 juta euro (Rp 1,98 triliun) demi memboyong Joao Felix yang baru berusia 20 tahun ke Atletico Madrid. Pada laga terakhir melawan Locomotiv Moscow, pemain asal Portugal itu sukses mengeksekusi gol lewat titik putih.

Jadon Sancho

Sebagai orang Inggris, merumput di BundesLiga Jerman adalah hal yang tidak mudah. Namun Sancho mampu membuktikan bersama Borussia Dortmund hingga sukses di Liga Jerman bahkan di Liga Champions. Gelandang serang berusia 19 tahun itu mencetak satu gol pada matchday ke-6 fase grup, Dortmund menang 2-1 atas Slavia Praha.

Kylian Mbappe

Nama pemain berusia 20 tahun ini sudah menjadi jaminan mutu sebuah tim hebat. Namanya masuk daftar pemain muda bertalenta yang mampu tampil konsisten di musim ini. Pada laga PSG versus Galatasaray, Mbappe menyumbangkan satu gol untuk kemenangan telak PSG 5-0 dari klub asal Turki tersebut. Kini Mbappe duduk di peringkat lima top scorer Liga Champions dengan 5 gol.

Phil Foden dan Ryan Sessegnon

Jika Manchester City memiliki Phil Foden, maka Tottenham Houtspur mempunyai Ryan Sessegnon. Bedanya, Foden mencetak gol dan membawa City menang 4-1 atas Dinamo Zagreb, sementara Sessegnon mencetak gol tapi gagal memberikan kemenangan buat Spurs kala berjumpa Bayern Munchen.

Be the first to comment

Leave a Reply