Dani Ceballos Merasa Bersalah dan Menyesal Saat Unai Emery Dipecat Arsenal

LigaBola1.com – Dani Ceballos merupakan salah satu pemain yang paling merasa bersalah dan menyesal atas pemecatan Unai Emery di Arsenal. Ceballos adalah salah satu pemain yang didatangkan Emery ke Emirates Stadium. Untuk itulah dia merasa berutang segalanya pada Emery dan meyakini bahwa Emery bukanlah pelatih buruk.

Baca juga : Unai Emery : Arsenal Terpuruk Lantaran Kehilangan Empat Kapten dan Sikap Buruk Beberapa Pemain !

Dani Ceballos Merasa Bersalah dan Menyesal Saat Unai Emery Dipecat Arsenal

Emery yakin jika kedatangan Ceballo bisa membantunya mencapai target. Namun sayang Ceballos dibekap cedera panjang yang memaksanya absen dalam waktu yang lama. Kini Ceballos berjuang untuk bisa pulih ke kondisi terbaik namun sayang sang manager sudah tidak lagi bekerja di sana.

Ceballos datang ke Arsenal dengan segudang harapan, maklum saat di Real Madrid dirinya lebih banyak dibangkucadangkan. Meski hanya berstatus pinjaman namun Emery diketahui terjun langsung dalam proses transfer tersebut demi Ceballos. Kepada Marca, Ceballos mengungkapkan penyesalannya.

“Unai adalah kunci kedatangan saya ke Arsenal. Saya bermain untuk klub seperti Arsenal karena, selain nama besar klub, Unai datang ke rumah saya untuk mengatakan bahwa dia menyukai saya sebagai pemain.” 

“Bahwa dia sudah tertarik sejak saya masih bermain untuk Real Betis. Kepercayaan dari pelatih itu adalah kunci untuk memberikan performa terbaik Anda.”

“Unai berkata pada saya bahwa saya bakal jadi pemain penting di Arsenal dan saya sama sekali tidak ragu.” 

Cedera Panjang

Saat Arsenal drop, Emery pun ditekan habis-habisan baik oleh fans maupun managemen klub. Ceballos pun tak bisa menyelamatkan Emery dari pemecatan. Dia hanya bisa meratap dari kejauhan.

“Saya gagal karena saya belum pernah cedera dan nahasnya saya cedera ketika tim mulai kesulitan. Saya meninggalkan tim ketika kami ada di peringkat ke-5 atau ke-6, hanya tertinggal tiga atau empat poin dari target lolos ke Liga Champions.”

“Saya hanya bisa menonton pertandingan dan saya melihat kami kesulitan, bahwa kami tidak bisa menang, dan bahwa kami memasuki pusaran sulit untuk meraih poin.”

“Saya tidak berdaya dan marah karena saya tidak bisa membantu bos dan membayar kembali segala hal yang telah dia berikan.”

Be the first to comment

Leave a Reply