Sadio Mane, Bomber yang Luar Biasa !

LigaBola1.com – Sadio Mane kembali menjadi pahlawan bagi Liverpool. Gol tunggal Mane membuat The Reds menang atas Norwich 1-0 dalam laga lanjutan Liga Inggris. Istimewanya, gol tersebut merupakan gol ke-100 yang dicetak anak imam masjid tersebut di Inggris.

Baca juga : Real Madrid Serius Dekati Sadio Mane

Sadio Mane, Bomber yang Luar Biasa !

Sejak peluit kick off disemprit, Liverpool langsung tampil menyerang. Namun Norwich memberi perlawanan dengan mengandalkan benteng pertahanannya yang solid. The Reds tampak kesulitan untuk menembusnya. Babak pertama pun dilalui kedua tim dengan tidak membuahkan peluang berarti.  

Beruntung bagi Liverpool, pada menit ke-78, Sadio Mane berhasil memecah kebuntuan. Mane yang masuk sebagai pemain pengganti di laga itu, menyambut umpan lambung dari Henderson. Meski mendapat pengawalan ketat dari pemain Norwich namun Mane berhasil mengecohnya. Dengan tendangan kaki kiri yang keras, gawang Norwich berhasil dijebolnya.

Mane pun tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Bagaimana tidak, gol tersebut adalah gol ke-100 nya selama merumput di semua kompetisi di Inggris.

Gol ke-100

Tahun 2014, Sadio Mane dibeli Southampton dari klub liga Austria, Red Bull Salzburg. Inilah kali pertama dirinya mengawali karier di Premier League. Kemudian pada 2016, Liverpool pun memboyong Mane ke Anfield Stadium dengan nilai transfer mencapai 34 juta Poundsterling (Rp 607 miliar).

Seperti catatan yang dihimpun SkySports, Mane telah membukukan 75 gol bersama Liverpool dan 25 gol saat masih berseragam Southampton. Dari ke-100 gol itu, sebanyak 59 gol dicetak dengan kaki kanan, 27 gol dengan kaki kiri dan 14 dengan kepala.

Sosok yang Religius dan Rendah Hati

Meski Sadio Mane sangat garang dan berbahaya saat beraksi di lapangan, namun siapa sangka di balik itu dirinya adalah sosok pribadi muslim yang taat dan rendah hati.

Mane adalah anak seorang imam Masjid di Bambali, sebuah desa kecil di kota Sadhiou, Senegal. Dilahirkan dari keluarga yang tidak mampu, masa kecil Mane dilalui dengan begitu sulit. Bahkan keluarganya tidak bisa membiayai Mane untuk melanjutkan sekolah. Alhasil, Mane hanya bisa bermain bola di jalanan.

Kegemarannya bermain sepak bola membuat Mane sangat tertarik untuk masuk ke sekolah sepak bola. Dan kebetulan, orang tuanya menuruti kemauan Mane. Dia dimasukkan ke Generation Foot, sebuah akademi sepakbola di Dakar, Senegal.

Perjalanan karier Mane sedikit demi sedikit mengalami kemajuan, dari hanya bermain di FC Metz di Liga Prancis, hingga kini menjadi ujung tombak Liverpool.

Hebatnya, pada tahun 2019 kemarin Mane dinobatkan sebagai pemain bola terbaik Afrika. Mane pun sudah berkontribusi membawa Liverpool meraih gelar juara Liga Champions dan sekaligus Piala Dunia Antarklub. Kini, juara Premier League sudah di depan mata.

Meski sudah sukses, Mane tak lupa diri. Dia diberitakan menggelontorkan banyak uang untuk membangun sekolah dan masjid di kampung halamannya. Dia juga seorang muslim yang taat. Dia tak lupa mengerjakan salat lima waktu dan tidak minum alkohol. Mane pun selalu menyempatkan ibadah salat di masjid yang ada di Liverpool.

Kepada Daily Mail, Mane mengatakan

“Saya tidak akan menyentuh alkohol. Agama sangat penting dan saya menghormati berbagai aturan dalam Islam, termasuk soal ibadah.”

Sadio Mane bisa menjadi contoh, bagaimana gemerlap kesuksesan tetap membuatnya tetap membumi. Dia menjadi dirinya sendiri dan terus menjadi yang terbaik di bidangnya.

Be the first to comment

Leave a Reply