Presiden PSG Didakwa Terlibat Kasus Penyuapan Hak Siar Piala Dunia

LigaBola1.com – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi, didakwa terlibat kasus penyuapan. Kasus itu terkait pemberian hak siar pertandingan Piala Dunia.

Baca juga : Merasa Dipermainkan UEFA, Petinggi Man City Buka Suara

Presiden PSG Didakwa Terlibat Kasus Penyuapan Hak Siar Piala Dunia

Kamis (20/2/2020) waktu setempat, Kejaksaan Agung Swiss (OAG) merilis dakwaan kepada tiga tersangka kasus penyuapan hak siar Piala Dunia. Ketiga orang tersebut antara lain Presiden PSG Al-Khelaifi, mantan Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke dan seorang pengusaha yang tidak disebutkan namanya.

Dilansir dari Guardian, Al-Khelaifi diduga terlibat kasus suap kepada Valcke dengan melakukan mismanajemen dan pemalsuan dokumen dalam pemberian hak siar Piala Dunia 2026 dan 2030. Sebelumnya Al-Khelaifi telah didakwa menyuap, sejak kasusnya dibuka tiga tahun lalu, namun dakwaannya diturunkan.

Untuk diketahui, Valcke memiliki pengaruh untuk urusan hak siar Piala Dunia. Namun dirinya sudah dipecat FIFA pada 2015. Dia dituding menerima penggunaan vila mewah di Sardinia tanpa membayar sewa seharga 1,8 juta euro (Rp 26 miliar). Hal ini dilakukan untuk memberikan hak siar kepada beIN Sport, perusahaan media milik Al-Khelaifi.

Tak hanya itu, Valcke juga diduga menerima uang suap sebesar 1,25 juta euro (Rp 18 miliar) untuk memberikan hak siar kepada media di Italia dan Yunani. Sementara pengaruh si pengusaha yang tak disebutkan namanya, turut menghasut Valcke melakukan kecurangan tersebut.

Menurut Jaksa Penuntut, FIFA sudah membuat perjanjian damai dengan Khelaifi terkait pemberian hak siar kepada beIN Sport. Al-Khelaifi sendiri berharap dakwaan terbarunya bisa segera selesai. Dia juga menuding ada agenda terselubung untuk menjatuhkan namanya. Al-Khelaifi menyatakan,

“Saya sudah dibebaskan dari semua dugaan suap, dan kasus ini telah diberhentikan secara definitif dan konklusif. Sementara efek sekundernya tetap luar biasa, saya punya harapan tuduhan ini terbukti tidak berdasar.” 

“Sementara saya sudah bekerja sama dengan semua pihak berwenang selama proses hukum. Investigasi tiga tahun telah ditandai kebocoran informasi yang keliru terus menerus, dan agenda yang tampaknya tanpa henti untuk mengotori reputasi saya di media.” 

Khelaifi diangkat menjadi komite eksekutif UEFA pada 2019. Konglomerat Timur Tengah itu juga merupakan anggota dewan berpengaruh dari Asosiasi Klub Eropa.

Sebelumnya saat diinterogasi pada 2017 dan 2019 lalu, Al-Khelaifi sudah menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan. Kasus yang menimpa Khelaifi ternyata tak hanya ini. Dirinya juga didakwa terlibat dalam investigasi korupsi terpisah oleh jaksa Prancis, yang terkait dengan penunjukkan Qatar menjadi tuan rumah kejuaraan dunia atletik 2019.

Be the first to comment

Leave a Reply