Cesc Fabregas: Saya Meninggalkan Arsenal Karena Lelah Fisik dan Mental!

LigaBola1.com – Cesc Fabregas akhirnya buka-bukaan mengungkapkan alasan yang membuatnya pergi meninggalkan Arsenal pada 2011 silam. Dia mengatakan jika selama membela The Gunners, pemain 32 tahun itu mengalami tekanan dan merasa lelah baik fisik maupun mental. Tak hanya itu, dia juga kecewa dengan sikap rekan setimnya.

Baca juga : Musim Ini Arsenal Hancur Lebur, Musim Depan Bangun Skuad Baru

Cesc Fabregas: Saya Meninggalkan Arsenal Karena Lelah Fisik dan Mental!

Cesc Fabregas meninggalkan Barcelona untuk bergabung bersama Asenal pada 2003 silam. Bersama The Gunners, dirinya menjadi salah satu pemain pilar di lini tengah. Selama 8 tahun di Emirates Stadium, dia telah melakoni 303 kali pertandingan dan 1 kali berhasil menjadi juara FA Cup.

Pada tahun 2011, Fabregas memutuskan untuk meninggalkan Arsenal dan kembali lagi ke Barcelona. Seperti dikutip dari Sky Sports, kepada Arseblog Fabregas mengungkapkan jika yang menjadi penyebab dirinya keluar dari Emirates Stadium adalah besarnya tekanan yang harus dia rasakan terutama saat dirinya menjabat sebagai kapten tim.

Pemain asal Spanyol itu juga mengungkapkan bahwa dirinya sedih kala tim harus kalah, bahkan dia tak bisa tidur di malam harinya. Namun dirinya menyayangkan sikap pemain lain yang malah ketawa-ketawa menghadapi kekalahan timnya.

“Ini terjadi selama beberapa tahun. Kami bermain bagus dan saya menikmatinya. Tapi saya menekan diri saya sendiri untuk memimpin, untuk melakukan segalanya dan di satu titik, saya merasa kesepian. Khususnya di dua atau tiga tahun terakhir. Saya merasa cuma Robin (van Persie) dan Samir (Nasri) yang selevel dengan saya dalam hal mental dan teknik. Saya tak mengatakan sesuatu yang arogan, begitulah yang saya rasakan saat itu.”

Fabregas juga mengaku dirinya sudah merasa lelah fisik dan mental. Selain tak menyukai perilaku beberapa rekannya, kurang agresifnya Arsenal pada saat bursa transfer pemain juga bikin dia kecewa.

“Banyak hal di kepala saya, saya harus akui saya sedikit kosong, lelah fisik dan mental. Dalam jiwa saya tahu saya memberi segalanya, tahu beberapa rekrutan yang bisa saja dilakukan klub tapi tak terwujud. Melihat sikap dari beberapa pemain atau sesuatu seperti ini membuat saya merasa ingin melihat ke yang lain. Kalau bukan karena itu, saya tidak akan meninggalkan Arsenal saat itu.”

Be the first to comment

Leave a Reply