Bruno Fernandes Menyesal Telah Berkonfrontasi dengan Guardiola

LigaBola1.com – Beberapa waktu lalu, Bruno Fernandes disorot publik lantaran dirinya melakukan isyarat tutup mulut yang ditujukan kepada manajer Manchester City, Pep Guardiola. Dia pun dikritik habis oleh sejumlah kalangan atas ulahnya tersebut. Namun kini Fernandes menyesalinya.

Baca juga : Bruno Fernandes Berikan Gestur Tutup Mulut ke Guardiola, Ada Apa?

Bruno Fernandes Menyesal Telah Berkonfrontasi dengan Guardiola

Insiden ini terjadi saat Derby Manchester pada Ahad (8/3/20), dimana Manchester United berhasil membungkam Manchester City 2-0. Menjelang akhir pertandingan, saat itu Fernandes kebetulan sedang berdiri di tepi lapangan tak jauh dari area teknik Guardiola.

Pemain 25 tahun itu kemudian memberikan gestur tutup mulut dengan meletakkan telunjuknya di depan mulut kepada pelatih asal Spanyol itu. Hal itu dia lakukan karena Guardiola mengonfrontasi dirinya terlebih dulu.

Fernandes pun dikritik atas sikapnya ini. Dia disebut tak pantas melakukan hal seperti itu kepada pelatih yang sudah memenangi banyak gelar bergengsi. Apalagi Fernandes adalah pendatang baru di Liga Inggris.

Fernandes pun lalu menyatakan penyesalannya atas insiden itu. Tapi dirinya juga menyayangkan beberapa kritikan yang tak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya. Kepada Canal 11 dia mengatakan

“Orang-orang berkomentar. Siapa Bruno berani-berani menyuruh Guardiola diam? Apa yang sudah Anda menangi? Tapi seseorang dinilai bukan karena apa yang sudah dimenangi atau siapa dia. Saya sedikit menyesal karena harusnya bisa lebih bijak, memang lebih baik diam dan dia mungkin akan bicara itu ke dirinya sendiri. Ini sudah kebiasaan saya, saya memang orangnya berapi-api.”

Sebagai pendatang baru, performa Fernandes patut diacungi jempol. Didatangkan dari Sporting CP pada bursa transfer Januari lalu, dia telah mencetak 3 gol dan 4 assist dalam 9 kali penampilan bersama MU. Dia pun didaulat menjadi Pemain Terbaik Premier League bulan Februari 2020.

Be the first to comment

Leave a Reply