Gio Reyna, Wonderkids Asal Amerika Serikat Tampil Memukau Bersama Borussia Dortmund

LigaBola1.com – Pertandingan antara Borussia Dortmund kontra FC Augsburg pada awal 2020 lalu, merupakan debut bagi Gio Reyna. Kehadiran Gio ini kontan menjadi sorotan, karena pemain asal Amerika Serikat ini resmi melakukan laga perdana pada usia 17 tahun 66 hari. Wonderkids ini layak menyedot perhatian karena tampil memukau bersama Dortmund.

Baca juga : Debut Main Penuh, Dortmund Kalah Haaland Pun Gagal Cetak Gol

Gio Reyna, Wonderkids Asal Amerika Serikat Tampil Memukau Bersama Borussia Dortmund

Gio Reyna menjadi pemain Amerika Serikat termuda yang melakukan debut di BundesLiga. Dia mengalahkan rekor seniornya Christian Pulisic.

Reyna menyedot perhatian publik pecinta bola di Jerman setelah mencetak gol ke gawang Werder Bremen di babak 16 besar DFB_Pokal. Dimana dirinya menjadi pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi itu.

Sang Ayah Pemain Timnas Amerika Serikat

Giovanny Reyna adalah putra kedua dari Claudio Reyna dan Danielle Egan Reyna. Sang ayah adalah mantan pemain Timnas Amerika Serikat. Claudio pernah merumput di Bayer Leverkusen dan Wolfsburg. Dia adalah pemain pertama dari Amerika Serikat yang dipercaya memegang ban kapten. Pada 2013, Claudio ditunjuk untuk menjadi Direktur Olahraga New York City FC (NYCFC).

Rupanya Gio membawa bakat sepak bola dari sang ayah. Gio muda kemudian bergabung dengan akademi NYCFC dan hebatnya dia langsung moncer disana. Saat usianya 14 tahun atau tepatnya pada April 2017 lalu, dia sukses membawa klubnya memenangkan gelar juara Generation Adidas Cup. Dan dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik di kompetisi itu.

Gio bergabung bersama Timnas U-15 Amerika Serikat, berhasil memenangkan turnamen remaja bergengsi Torneo delle Nazioni. Di kompetisi ini dia menyumbangkan 4 gol dan 4 assist termasuk gol kemenangan saat partai final melawan Inggris.

Bersama NYCFC U-18/U-19, pemain kelahiran November 2002 ini tampil luar biasa. Pada musim 2017/18, dia membukukan 13 gol dalam 17 penampilan.

Di usia 16 tahun dia memutuskan untuk bergabung ke Tim U-19 Borussia Dortmund. Pada musim 2019/20 dia dipromosikan masuk ke tim utama selama liburan musim dingin dan melakukan debut Bundesliga pada matchday ke-18. Dia menjadi pemain pengganti di menit ke-72 untuk menggantikan Thorgan Hazard.

Beberapa minggu kemudian, Gio mencetak gol perdana bersama Der BVB. Yakni saat Dortmund harus menelan kekalahan 2-3 dari Bremen di Piala DFB bulan Februari lalu.

Hebat Seperti David Trezeguet dan Kaka

Mantan pelatih Gio di NYCFC, Patrick Vieira mengatakan jika kemampuan berlari dengan kecepatan tinggi dalam jangka waktu yang lama mengingatkannya pada mantan rekan setimnya David Trezeguet. Gio juga lihai menerobos kotak pertahanan lawan dan jago dalam mencetak gol, hal ini mengingatkannya pada pemain top Brasil, Kaka.

Salah satu kemampuan ini ditunjukkan Gio saat Amerika melawan Panama di kompetisi CONCACAF U-15 2017 lalu. Melalui sebuah tendangan sudut, Gio mampu menyelesaikannya dengan indah dan elegan, sungguh layaknya seorang Kaka.

Tak hanya itu, saat usianya 13 tahun dia tampil di turnamen US U-15 melawan Uruguay. Di laga itu dia juga menunjukkan kekuatan dan tekad melampaui usianya. Yakni saat Reyna dijatuhkan oleh seorang bek tetapi dia segera melompat bangkit, menantang hadangan lain dan dengan tenang melewati kiper lawan dan sukses mencetak gol. Timnya menang dengan skor 2-0.

Dia benar-benar pemain serba bisa. Dikaruniai Tuhan dengan kecepatan dan memiliki visi yang tajam untuk lepaskan umpan mematikan. Gelandang serang ini juga berbahaya dalam set-piece, terutama dengan tendangan bebas langsungnya.

Sang Kakak Meninggal

Pada Juli 2012 silam, keluarga Gio mengalami kesedihan. Yakni saat sang kakak, Jack meninggal karena kanker otak yang dideritanya. Saat itu Gio masih berusia 9 tahun.

Sang ayah teringat kejadian dimana dirinya membawa Jack yang saat itu masih sakit untuk melihat Gio bertanding basket. Sambil tersenyum Jack mengatakan bahwa pemainan Gio sangat luar biasa, bagi ukuran pemula Gio menjadi pemain terbaik di lapangan saat itu.

Be the first to comment

Leave a Reply