Solskjaer Mampu Bungkam Kritikan, MU Tak Terkalahkan Dalam 17 Laga

Solskjaer Mampu Bungkam Kritikan, MU Tak Terkalahkan Dalam 17 Laga

LigaBola1.com – Di paruh pertama musim 2019/20, MU terseok-seok untuk menapaki tangga klasemen Liga Premier. Mereka melempem dan amat mengecewakan. Namun di paruh kedua musim ini mereka telah berubah. Skuat Setan Merah tampil garang dan menakutkan bagi lawan. Solskjaer mampu bungkam kritikan, MU tak terkalahkan dalam 17 laga.

Baca juga: Solskjaer: Perebutan 4 Besar akan Ditentukan di Laga Terakhir Musim Ini

Solskjaer Mampu Bungkam Kritikan

Dilansir dari Manchester Evening News, sejak awal musim Solskjaer kerap menerima banyak kritikan yang mengkritisi kinerjanya sebagai manager MU. Pasukannya kerap kalah meski hanya melawan tim dari papan bawah di Liga Premier. Bahkan sempat berhembus kabar jika Solskjaer bakal dipecat dalam waktu dekat.

Solskjaer Mampu Bungkam Kritikan, MU Tak Terkalahkan Dalam 17 Laga

Namun selepas jeda musim dingin atau tepatnya pada Januari lalu, The Red Devils tampil begitu mengesankan. Mereka tak terkalahkan di laga-laga krusial di semua kompetisi. Hebatnya, mereka tak terkalahkan dalam 17 penampilan terakhir di Premier League.

Solskjaer dan anak asuhnya mampu membungkan kritikan yang ditujukan pada mereka. Mereka menghancurkan lawan dengan 14 gol dalam 4 pertandingan terakhir, yakni saat mengalahkan Aston Villa, Bournemouth, Brighton & Hove Albion dan Sheffield United.

Catatan ini menjadikan Solskjaer sebagai manajer pertama dalam sejarah Liga Premier yang memimpin tim dalam meraih 4 kemenangan beruntun dengan selisih 3 gol atau lebih.

Memang benar apa kata pengamat sepakbola. MU harus memberi waktu dan kepercayaan penuh kepada Solskjaer untuk membangun tim yang tangguh dan tajam. Buktinya kedatangan Bruno Fernandes dan Odion Oghalo pada Januari lalu memberi dampak positif bagi klub.

Cara pelatih asal Norwegia itu membalikkan keadaan seperti apa yang dilakukan manager Real Madrid, Zinedine Zidane. Dia adalah sosok legenda yang dihormati karena prestasinya di klub. Sejak mantan gelandang Madrid itu masuk manajemen, mereka berhasil memenangkan 3 gelar Liga Champions berturut-turut antara 2016 dan 2018.

Solskjaer diangkat menjadi manager MU murni berdasarkan statusnya sebagai figur legenda. Bagaimanapun, dia adalah pria yang memenangkan banyak gelar di bawah kepelatihan Sir Alex Ferguson. Pelatih 47 tahun itu adalah salah satu pemain MU yang mengecap masa kejayaan di periode paling berkilau dalam sejarah klub. 

Solskjaer Mampu Bungkam Kritikan, MU Tak Terkalahkan Dalam 17 Laga

Sama Seperti Zidane di Real Madrid

Sama seperti Zidane di Madrid, Solskjaer telah membuat MU dikelilingi oleh orang-orang baik. Solskjaer memiliki kesadaran diri untuk menyadari bahwa dia tidak bisa mengendalikan MU sendirian. Orang-orang seperti Mike Phelan, Michael Carrick dan Kieran McKenna memiliki peran senior di klub, dengan masing-masing bidang mereka pada performa MU yang baru.

Ada lebih dari satu cara untuk berhasil mengelola tim seperti Solskjaer. Zidane telah membuktikan hal itu. Tidak setiap pelatih harus menjadi Pep Guardiola atau Jurgen Klopp. Tidak setiap manajer harus menjadi pengamat sepak bola atau pundit.

Zidane tidak pernah memiliki hanya satu gelar, dia memiliki 3 gelar Liga Champions atas namanya. Dan saat ini berada di ambang kemenangan untuk gelar juara La Liga kedua kali. Solskjaer bisa melakukan seperti itu bahkan jauh lebih baik jika mengikuti jejak Zidane.

Be the first to comment

Leave a Reply