Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan CAS

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan CAS, Ini Komentar Para Pengamat

LigaBola1.com – Manchester City memenangkan banding mereka dan hukuman larangan dua tahun tampil di kompetisi Eropa yang dijatuhkan UEFA, batal sudah. Banding Man City atas hukuman UEFA dikabulkan CAS, ini komentar para pengamat.

Baca juga: Guardiola Yakin Banding Man City Atas Larangan Tampil di Liga Champions akan Dikabulkan

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan

Dilansir dari BBC Sport, selama satu dekade terakhir Manchester City menjadi kekuatan yang mendominasi Liga Premier. Akibat melakukan pelanggaran Financial Fair Play, Man City harus diganjar hukuman larangan bermain di kompetisi Eropa selama 2 musim dan denda 300 juta poundsterling.

Tentu hukuman ini menjadi malapetaka bagi mereka. Jika hukuman ini benar-benar terjadi maka yang paling terimbas adalah keuangan klub. Tak hanya itu, mereka juga terancam akan terjadi eksodus besar-besaran baik pemain maupun manager. The Citizens akan kehilangan banyak pemain top sekaligus manager terbaik mereka.

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan CAS, Ini Komentar Para Pengamat

Dan Roan, Editor BBC Sport

Menurut Dan Roan, kredibilitas aturan Financial Fair Play (FFP) mulai dipertanyakan. Lagipula, bagaimana aturan FFP dapat ditegakkan setelah salah satu klub terkaya di dunia terbukti melanggarnya. Mereka dinyatakan bersalah karena menghalangi penyelidikan UEFA. Sebuah klub yang diketahui telah melanggar peraturan pada tahun 2014, pergi hanya dengan denda 10 juta euro (9 juta poundsterling) ?

Banyak yang akan bertanya-tanya apakah ini juga akan berlaku untuk klub lain. Terutama klub dengan sumber daya keuangan melimpah seperti Man City. Ini menunjukkan betapa sulitnya bagi badan pemerintahan untuk menegakkan aturan.

Bahasa yang digunakan Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) sangat penting. Pihak UEFA mencatat bahwa Cas menemukan “bukti konklusif yang tidak memadai” untuk menegakkan semua kesimpulannya, bukannya ‘tidak ada bukti’.

Dan beberapa tuduhan yang ditolak karena kasus ini telah terjadi lebih dari lima tahun lalu. Dan, karena City ternyata gagal untuk bekerja sama, ini jelas tidak memadai.

Tapi City tidak mungkin terlalu peduli tentang hal itu, dan bagaimana ceritanya jika mereka bisa menindaklanjutinya dengan kesuksesan gelar Liga Champions pertama mereka.

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan CAS, Ini Komentar Para Pengamat

Simon Stone – BBC Sport

Menurut Simon Stone, pihak UEFA bersikukuh jika berhasilnya City dalam upaya banding mereka tidak akan membuka pintu bagi klub manapun untuk melakukan hal yang sama.

Menanggapi hal ini UEFA mengatakan, “Selama beberapa tahun terakhir, Financial Fair Play telah memainkan peran penting dalam melindungi klub. Dan membantu mereka berkelanjutan secara finansial, dan UEFA dan Asosiasi Klub Eropa tetap berkomitmen pada prinsip-prinsipnya.”

Sementara Presiden La Liga, Javier Tebas tetap mendukung konsep tersebut, bahkan dia bereaksi keras terhadap keputusan CAS itu. Meski demikian, presiden UEFA Aleksander Ceferin menghadapi dilema besar atas peraturan tersebut.

Tampaknya UEFA dan CAS memiliki gagasan berbeda tentang apa arti ‘lima tahun’. Diperkirakan UEFA merasa itu adalah waktu antara dugaan pelanggaran yang dilakukan dan tuduhan yang diajukan. Bagi CAS, sepertinya skala waktu mencakup dugaan pelanggaran dan penyelesaian tindakan apa pun.

Adapun FFP sendiri, UEFA telah memutuskan laporan keuangan untuk tahun 2020 dan 2021 akan dijadikan satu menjadi periode akuntansi tunggal. Hal ini karena dampak besar dari wabah penyakit yang berkecamuk di dunia.

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan CAS, Ini Komentar Para Pengamat

Berebut untuk Menyelamatkan Muka

Dr Rob Wilson, pakar keuangan sepakbola dari Universitas Sheffield Hallam mengatakan, City yang mengajukan banding ke Cas jelas ini berarti mereka telah diselidiki dengan cermat. Atau mungkin lebih daripada yang seharusnya.

Dan mereka akan bertahan untuk mencoba dan bersikeras bahwa FFP sebagai sebuah gagasan yang masih memiliki relevansi untuk industri sepakbola.

Kenyataannya adalah jika City dihukum larangan dua tahun, mereka akan mencari cara untuk mendapatkan dana antara 150-200 juta poundsterling sebagai uang hadiah yang hilang melalui Liga Champions.

Banding Man City Atas Hukuman UEFA Dikabulkan

Stephen Taylor Heath – Pengacara Olahraga dari JMW

Menurutnya, konsep FFP telah berhasil. Faktanya adalah bahwa aturan FFP jelas mempunyai tujuan yang bermanfaat. UEFA sendiri telah menghasilkan statistik untuk menunjukkan bahwa pada 2011, ada defisit besar di antara klub-klub top Eropa secara finansial ketika mereka mengejar kesuksesan.

Aturan FFP dibuat semata-mata untuk kehati-hatian finansial. Argumennya adalah bahwa klub yang didukung dengan baik, klub yang paling bernilai komersial, akan mendapat manfaat dari aturan FFP.

Karena secara efektif Anda hanya perlu membelanjakan apa yang Anda peroleh dalam hal pendapatan komersial. Dan salah satu argumennya adalah bahwa City tertinggal dalam kaitannya dengan pendapatan komersial itu.

Namun yang jelas, FFP sebagai sebuah konsep yang sukses dan klub-klub berada dalam posisi keuangan yang jauh lebih baik. Dimana hal ini seperti yang diharapkan UEFA. Dan hal itu bisa dibilang mengarah ke pertandingan yang lebih adil dan persaingan yang lebih besar.

Be the first to comment

Leave a Reply